12 Jam Berlalu, Steffy Burase Masih Diperiksa KPK

Jakarta

KPK masih memeriksa Fenny Steffy Burase terkait kasus suap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Sudah 12 jam berlalu, pemeriksaan Steffy belum juga selesai.

Steffy masuk ke ruang pemeriksaan KPK di lantai 2 gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 11.10 WIB dan kini pukul 23.54 WIB masih belum menyelesaikan pemeriksaan.

KPK mengatakan pemeriksaan ini untuk menelusuri dugaan aliran dana dari Irwandi ke Steffy. KPK juga mendalami hubungan Irwandi dengan Steffy.

“Penyidik mendalami dugaan penerimaan uang dan hubungan Steffy dengan tersangka IY (Irwandi Yusuf),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Steffy sendiri merupakan salah satu saksi yang dicegah ke luar negeri dalam perkara ini. Rekening Steffy juga telah dibekukan KPK.

Belakangan, KPK mengungkap bahwa Irwandi dan Steffy sudah menikah secara siri. Hal itu dibeberkan KPK dalam sidang praperadilan kasus suap Irwandi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Irwandi dan Steffy kompak membantah soal pernikahan tersebut.

Dalam perkara ini, Irwandi diduga menerima duit suap dari Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi sebesar Rp 500 juta dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten. Sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

Selain Ahmadi dan Irwandi, ada dua orang swasta lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.

KPK juga menetapkan Irwandi sebagai tersangka penerima gratifikasi. Dia diduga menerima duit Rp 32 miliar terkait proyek pembangunan dermaga Sabang.

(haf/fdn) IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Bagi-bagi Sembako di Jakut, Caleg Perindo Jadi Tersangka

Jakarta – Penyidik Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara menetapkan caleg DPRD DKI dari Partai Perindo sebagai tersangka. Caleg bernama David H Rahardja itu diduga melanggar UU Pemilu terkait pembagian minyak goreng dalam kampanye.

“Bawaslu mengawal perkara ini untuk tahap selanjutnya, yaitu proses penuntutan guna menjamin kepastian hukum dan keadilan pemilu,” kata Ketua Koordinator Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakut, Benny Sabdo, dalam keterangannya, Kamis (18/10/2018).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan berdasarkan bukti otentik, olah tempat kejadian perkara, dan keterangan para saksi. Benny mengatakan kegiatan kampanye David H Rahardja tak disertai pemberitahuan.

Kegiatan pembagian minyak goreng tersebut yang dilakukan David diduga sebagai pelanggaran pemilu karena menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnnya kepada peserta pemilu. Hal ini diatur dalam Pasal 523 ayat (1) juncto Pasal 280 ayat (1) huruf j UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Sentra Gakkumdu harus berkomitmen tinggi untuk, pertama mengawal pemilu berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas. Kedua menegakkan keadilan dan etika publik di dalam pemilu. Terakhir ikut serta melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan berintegritas melalui pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.

Screenshot video saat caleg Perindo bagi-bagi sembako (Foto: Dok. Panswaslu Jakut)Screenshot video saat caleg Perindo bagi-bagi sembako (Foto: Dok. Panswaslu Jakut)

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu DKI menemukan pelanggaran kampanye oleh caleg DPRD partai Perindo di wilayah Jakut yang diduga berkampanye dengan membagi sembako dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. David H Rahardja membagikan sembako dan menempelkan stiker kepada warga pada malam hari di wilayah Cilincing dan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
“Peristiwa itu pada 23 September 2018, dan 25 September itu baru diketahui, Itu kan jatuhnya temuan panwaslu kelurahan Pegangsaan Dua,” ujar Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, ketika dihubungi detikcom, Kamis (11/10).

Meski sudah masuk masa kampanye, Puadi menemukan dugaan terhadap aktivitas itu. Menurutnya kampanye tersebut tidak ada pemberitahuan dan membagikan sembako yang merupakan termasuk dalam politik uang karena seolah-olah menggiring pemilih.

Kampanye dengan membagikan barang boleh saja menurutnya, asalkan tidak merupakan sembako. Untuk melakukan kampanye menurut Puadi juga harus ada pemberitahuan sebelumnya ke Bawaslu atau KPU di tingkat kota.

“Yang nggak boleh itu sembako, kalau sembako itu kan sama aja politik uang. Jadi kalau mau dalam bentuk barang dan harganya pun tidak boleh lebih dari Rp 60.000,” lanjutnya.
(jbr/dnu)

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Hujan Peluru Nyasar, DPR Desak Polisi Usut Tuntas

Jakarta

Tembakan peluru nyasar ke gedung DPR bikin heboh. Polisi diminta mengusut tuntas kasus ini.

Total ada empat proyektil peluru yang menembus empat ruang anggota DPR. Pada Senin (15/10) ditemukan proyektil peluru di ruangan anggota DPR dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan ruangan anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama.

Sedangkan pada hari ini ditemukan peluru ruang anggota Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan ruangan politikus PAN Totok Daryanto di lantai 20.

Yang teranyar ruang anggota DPR F-Demokrat Khatibul Umam Wiranu juga terkena peluru nyasar. Polisi sudah mengecek ruangan Khatibul, tapi tidak memberikan keterangan ada-tidaknya peluru yang ditemukan.

“Karena ini menyangkut lembaga DPR, tempat yang strategis dan dilindungi negara, jadi kepolisian harus mengungkap dengan jelas, mengumumkan secara transparan kepada masyarakat latar belakang peluru nyasar ini apa,” kata Totok, Rabu (17/10/2018).

Sedangkan Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyesalkan insiden tertembaknya ruang kerja anggota DPR. Dia berharap sistem keamanan terhadap anggota Dewan dan para pegawai di DPR ditingkatkan.

“F-PD prihatin dan mengecam terjadinya tembakan liar, apa pun itu bentuk dan tujuannya. Kami juga menyayangkan bahwa ruangan atau kompleks parlemen yang semestinya dijaga keamanannya, diberi perlindungan, baik sarana-prasarana wakil rakyat, staf penghuni di gedung parlemen benar-benar harus aman, tidak boleh menjadi gelisah, menjadi takut, dan mengurangi rasa percaya diri dan kerja politik keseharian kami,” ujar Ibas.

Polisi menyebut peluru yang ditemukan hari ini serupa dengan peristiwa pada Senin (15/10). Peluru yang ditemukan polisi berukuran 9 milimeter.

“Tetapi untuk identik atau tidak, kita akan lakukan scientific investigation, uji balistik, untuk pembandingnya apakah sama dan identik dengan kejadian peristiwa Senin kemarin,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu.

Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Mabes Polri Kombes Ulung Sanjaya menyebut peluru yang ditemukan sama. Peluru ini berasal dari tembakan orang yang kini menjadi tersangka, yakni IAW dan RMY.

Pelaku menggunakan senjata yang berada di gudang saat berlatih di lapangan tembak.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta pada jumpa pers, Selasa (16/10), mengatakan tersangka IAW gugup karena senjata yang dipakainya menggunakan switch customize. IAW tak biasa menggunakan senjata yang dimodifikasi.

“Latar belakang ini karena tidak sengaja akibat yang bersangkutan gugup pada saat menekan pelatuk di mana senjata ini diubah yang standar ditambahin alat namanya switch customize, sehingga bisa berubah menjadi otomatis, 4 peluru atau 5 peluru yang masuk langsung bisa lepas,” ujarnya.

“Pada saat itu yang bersangkutan mengisi empat peluru. Karena itu, begitu ditembakkan, sempat naik ke atas, sehingga peluru itulah yang didapat di 1313 dan 1601,” sambung Nico.

(fdn/fdn)

Gempa 4,9 SR Guncang Sumba NTT

Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 4,9 SR mengguncang Kabupaten Sumba, NTT. Pusat gempa berada di laut dan belum ada peringatan potensi tsunami akibat gempa tersebut.

Berdasarkan akun Twitter @infoBMKG, gempa terjadi pada pukul 23.26 WIB pada Selasa (16/10/2018). Gempa tersebut berlokasi di kordinat 9.86 LS, 118.82 BT.

Pusat gempa berada di laut, 50 Km barat daya Sumba barat daya. Titik gempa berada di kedalaman 44 Km.

“Gempa dirasakan di (MMI) III Bima, III Dompu, III Waikeko,” cuit akun Twitter BMKG.

Serta belum diketahui ada tidaknya korban dan kerusakan dampak gempa tersebut.
(yld/nvl)

Kejari Lampung Utara Tangkap Oknum LSM yang Diduga Pungli Kades

Jakarta – Kejaksaan Negeri Lampung Utara menangkap oknum LSM berinisial MJ alias MP. Dia diduga melakukan pungli terhadap dua kepala desa.

“Pada hari ini Senin tanggal 15 Oktober 2018 Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Utara bersama dengan Tim Buser Polres Lampung Utara berhasil mengamankan seorang Oknum LSM berinisial MJ Als MP yang diduga melakukan Pungli kepada dua orang Kepala Desa di Kabupaten Lampung Utara,” kata Kepala Kejari Lampung Utara Yuliana Sagala dalam keterangan persnya, Senin (15/10/2018).

Yuliana mengatakan penangkapan tersebut awalnya berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya okum yang meminta uang Rp 20 juta kepada 2 kepala desa di Lampung Utara. Permintaan uang itu dilakukan sebagai dalih uang damai atau pengamanan atas pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi dana Desa (ADD) yang dianggap tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku ditangkap oleh tim gabungan Kejari Lampung Utara dengan Tim Buser Polres Lampung Utara. Dari penangkapan itu, tim intelijen mengamankan barang bukti Rp 6 juta.

“Penyerahan uang di kantor LSM tersebut di bilangan Jalan Etsiko Shiomi-Kotabumi Lampung Utara. Pada Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan sekira pukul 14.00 WIB, MJ alias MP berhasil diamankan beserta barang bukti berupa uang sebesar Rp 6 juta,” sambungnya.

Selanjutnya MJ alias MP dibawa ke Kantor Kejari Lampung Utara untuk diperiksa. Usai diperiksa, pelaku diserahkan ke Polres Lampung Utara untuk menjalani proses hukum dugaan pungli atau pemerasan.

“Terbongkarnya perbuatan MJ alias MP merupakan wujud sinergi antara Kejaksaan dan masyarakat dalam upaya mengungkap praktek-praktek pungli di lingkungannya. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk tidak ragu melaporkan informasi tentang adanya praktek penyimpangan kepada jajaran penegak hukum,” kata Yuliana.
(yld/nkn)

Bantu Korban Gempa di Sigi, TNI Dirikan 104 Tenda Hunian Sementara

Jakarta – TNI mendirikan 104 tenda hunian sementara (huntara) bagi pengungsi yang berada di Desa Bangga, Kecamatan Bolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tenda-tenda itu diperuntukkan bagi sekitar 400 pengungsi korban gempa Sulawesi Tengah.

“Tenda huntara tersebut nantinya akan diperuntukan untuk 400 orang pengungsi sebagai tempat tinggal sementara,” kata Komandan Sektor (Dansektor) Wilayah Sigi Kolonel Inf Verianto Napitupulu saat memimpin langsung pendirian tenda Huntara di Desa Bangga, Minggu (14/10/2018).

Menurut Verianto Napitupulu, pembangunan tenda huntara bagi para pengungsi bertujuan agar warga korban bencana gempa bumi dan tsunami dapat merasa nyaman. Aspek kelayakan juga dipertimbangkan.

“Sehingga masyarakat secara psikologis menjadi nyaman tinggal di tempat yang layak dibanding tinggal di pengungsian yang berdesak-desakan,” ungkapnya.

“Huntara yang kita dirikan ini sekaligus untuk mengurangi trauma warga masyarakat pascabencana gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu,” imbuh Verianto.

Pembangunan 104 tenda huntara dilakukan oleh 60 personel TNI yang berasal dari tiga satuan, yaitu Batalyon Infanteri Para Raider 431/Satria Setia Perkasa (Yonif Para Raider 431/SSP) Divif 3 Brigif 3 Kostrad, Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG) Kodam XIV/Hasanuddin dan Detasemen Markas (Denma) Brigif 22/Otamansa Gorontalo serta dibantu warga masyarakat yang tinggal di Desa Bangga, Kabupaten Sigi.

Selain membangun tenda hunian sementara untuk para pengungsi di Kabupaten Sigi, TNI juga mendirikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) serta pembuatan tandon air bersih. Di samping itu, prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Kosatgasgabpad) juga melakukan pembersihan sekolah dan fasilitas umum yang ada di Kabupaten Sigi.


(gbr/idn)

Sandi Setuju Soal ‘Winter Is Coming’ Pidato Jokowi, Tapi…

JakartaCawpares nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku setuju dengan kiasan ‘winter is coming‘ yang dianalogikan Jokowi sebagai ancaman ekonomi dari eksternal. Namun menurut Sandi yang harus difokuskan itu bukan winter melainkan kemarau yang panjang dalam peremonomian Indonesia.

“Kalau referensinya itu winter is coming betul, dan winter itu adalah situasi eksternal, tapi yang internal itu, sistem ekonomi internal kita yang perlu kita perbaiki itu bukan winter, itu menurut saya kemarau yang sangat panjang sekali yang belum kita perbaiki sampai sekarang ini, itu kalau saya bilang drought, kemarau,” kata Sandiaga di Jl. Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Sandi yang menganalogikan kemarau panjang ini jika tidak dibenahi akan merusak situasi perang dagang di Indonesia.


“Dan kalau kita nggak benahi, hanya kita minta dunia menyikapi situasi perang dagang, kita bisa-bisa nggak fokus ke bisnis kita. Our own business adalah untuk melakukan reformasi struktural di bidang ekonomi kita,” sambungnya.

Menurut Sandi, situasi ekonomi di Indonesia tidak bisa disamakan dengan film. Dia menyebut ekonomi saat ini adalah masa-masa kritis yang harus segera diperbaiki oleh para elite.

“Indonesia itu sangat unik, spesial, nggak bisa di-relate ke salah satu film, tapi kalau menurut saya ini masa-masa turbulensi ekonomi, ini yang mesti disikapi oleh elite untuk melakukan perbaikan, dan perbaikan itu harus dilakukan bersama. Jadi kritik-kritik kita, kita sampaikan ini kritik yang membangun, yang konstruktif,” jelasnya.

Meski begitu, ketika ditanya mengenai film apa yang pas untuk menggambarkan situasi ekonomi Indonesia saat ini, dia menyebut film yang mengkisahkan Nabi Yusuf AS.

“Saya kebayang film yang Nabi yusuf itu, yang 7 tahun kita paceklik, dan 7 tahun kita bangkit, saya lebih cocok itu,” ucapnya.

Sebelumnya, di pertemuan IMF-WB, Jokowi mengibaratkan persaingan negara maju dengan negara berkembang seperti serial ‘Game of Thrones’ yang akan mendapat julukan sebagai ‘The Iron Thrones’. Dengan fenomena itu, Jokowi menegaskan bahwa saat ini era persaingan bagi negara dengan ekonomi maju dan berkembang pun sudah masuk babak terakhir.

“Tahun depan kita akan menyaksikan seasonterakhir dari serial ‘Game of Thrones’. Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya, saya yakin ceritanya akan berakhir dengan pesan moral, bahwa konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya bagi yang kalah, namun juga yang menang,” tutur Jokowi.
(zap/jor)

Jadi Tersangka dan Ditahan, Augie Fantinus Terancam 6 Tahun Bui

Jakarta – Penyidik Direktorat Kriminal Khusus resmi menahan presenter Augie Fantinus yang menuduh polisi menjadi calo tiket Asian Para Games 2018. Augie terancam 6 tahun hukuman penjara.

“Ancaman 6 tahun, mulai malam ini kita lakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/10/2018).


Argo menjeaskan alasan Augie ditahan adalah subjektivitas penyidik. Salah satu di antaranya adalah agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak menyebarkan hoax.

“Ancaman penahanan enam tahun, kedua jadi pengalaman, masyarakat jangan mudah sebarkan berita yang tidak benar,” ujarnya.

Polisi menyita barang bukti dalam kasus ini berupa handphone dan akun Instagram Augie yang mengunggah video polisi tersebut. Augie dijerat dengan [asal 27 JO pasal 45 UU ITE.

Sebelumnya, kasus ini berawal saat Augie mengunggah video di Instagram. Dia mengaku ditawari tiket oleh polisi saat sedang antre untuk menonton pertandingan basket.

“Gua KECEWA dan EMOSI dengan kejadian ini!!!! Polisi yg seharusnya tugas MENJAGA dan MELAYANI masyarakat justru OKNUM POLISI INI jadi CALO!! Ini OKNUM!!” tulis Augie di Instagram.

Polisi kemudian membantah bahwa ada anggotanya yang jadi calo tiket. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan polisi yang dimaksud sebenarnya sedang membantu rombongan SD refund tiket, tapi saat itu ticket box tutup.

Saat diwawancara di GBK pada Kamis (11/10), Augie mengaku tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Augie kemudian menuju ticket box dan membelinya. Tiket sudah dapat, pria yang juga penyiar itu kemudian dihampiri oknum polisi yang menawarkan tiket.

“Saya beli di sebelah (ticket box) kemudian ada polisi menawarkan. Walau tiba-tiba tidak bisa masuk karena penuh tidak apa-apa, yang penting saya sudah beli. Jadi dia mengizinkan saya untuk membeli Rp 100 ribu, terus saya tanya, ‘Saya tanya Bapak mau jual berapa?’, ‘Itu punya komandan saya,’. Dia tahu saya keluarkan handphone kemudian dia kasih ke komandannya, komandannya panik kasih ke ajudannya. Kemudian ajudannya lari,” kata Augie menjelaskan kronologinya.
“Karena itu masalah terkait warga NU di DKI, maka sudah otomatis bahwa kedatangan para warga NU ke sini justru dalam rangka mendukung tentu saja. Karena itu maka dia khawatir sekali. Kenapa mendukung? Karena khawatir jangan sampai terjadi hal-hal ke depan yang dikhawatirkan itu bagaimana eksistensi dari akidah ahlusunnah wal jamaah,” jelas dia.

“Ini saya kira jadi kekhawatiran warga dan saya kira wajar karena akhir-akhir ini banyak kelompok yang atas namakan gerakan yang pada intinya banyak bertentangan dengan prinsip dasar bernegara dan berideologi negara. Kiai menerimanya dengan baik,” sambung Masduki
(knv/rna)

Mayat Pria yang Terikat di Sungai di Sumut Manajer Perusahaan

Medan – Polres Deli Serdang berhasil mengidentifikasi mayat pria yang ditemukan tewas dalam kondisi tangan dan kaki terikat di aliran sungai Blumei, Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Pria itu diketahui seorang manajer di sebuah perusahaan

“Setelah dilakukan otopsi dan meminta keterangan anak korban, akhirnya diketahui korban bernama Muhajin, Manager PT.Domas Tanjung Morawa,” kata Kasat Reskrim Polres Deli Serdang, AKP Bayu Putra Samara saat di hubungi detikcom, Kamis (11/10/2018).

Bayu mengatakan, putri pertama korban, Desi Rahmawaty, mengenali ciri- ciri ayahnya mulai dari postur tubuh meski sudah mulai rusak. Begitupun dengan hingga pakaian yang dikenakan oleh korban saat ditemukan mengambang di aliran sungai tersebut.

“Anak pertama korban mengenal dengan jelas ciri- ciri hingga pakaian yang dikenakan ayahnya saat ditemukan tewas,” jelas Bayu.

“Kami masih menyelidiki kasus tersebut. Belum diketahui motif dugaan pembunuhan korban. Dari hasil penyidikan, sepertinya tidak ada motif perampokan. Pintu rumah korban tidak rusak dan tidak ada harta korban yang hilang,” tambahnya.

Baye menduga, Muhajin dibunuh oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang.

“Di antara pelaku, pasti mengenal korban dan sebaliknya,” ungkap Bayu.

Selain itu, putra dan istri korban juga dilaporkan hilang misterius dari rumahnya sejak Senin (8/10). Polisi masih mencari keberadaan istri dan anak korban

Sebelumnya, diketahui korban bersama istri dan putranya yang berusia 12 tahun di laporkan hilang secara misterius dari rumahnya pada Senin (8/10).

“Istri dan anak korban belum diketahui keberadaannya,” kata Bayu.
(nkn/nkn)