Jadi Tersangka dan Ditahan, Augie Fantinus Terancam 6 Tahun Bui

Jakarta – Penyidik Direktorat Kriminal Khusus resmi menahan presenter Augie Fantinus yang menuduh polisi menjadi calo tiket Asian Para Games 2018. Augie terancam 6 tahun hukuman penjara.

“Ancaman 6 tahun, mulai malam ini kita lakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/10/2018).


Argo menjeaskan alasan Augie ditahan adalah subjektivitas penyidik. Salah satu di antaranya adalah agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak menyebarkan hoax.

“Ancaman penahanan enam tahun, kedua jadi pengalaman, masyarakat jangan mudah sebarkan berita yang tidak benar,” ujarnya.

Polisi menyita barang bukti dalam kasus ini berupa handphone dan akun Instagram Augie yang mengunggah video polisi tersebut. Augie dijerat dengan [asal 27 JO pasal 45 UU ITE.

Sebelumnya, kasus ini berawal saat Augie mengunggah video di Instagram. Dia mengaku ditawari tiket oleh polisi saat sedang antre untuk menonton pertandingan basket.

“Gua KECEWA dan EMOSI dengan kejadian ini!!!! Polisi yg seharusnya tugas MENJAGA dan MELAYANI masyarakat justru OKNUM POLISI INI jadi CALO!! Ini OKNUM!!” tulis Augie di Instagram.

Polisi kemudian membantah bahwa ada anggotanya yang jadi calo tiket. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan polisi yang dimaksud sebenarnya sedang membantu rombongan SD refund tiket, tapi saat itu ticket box tutup.

Saat diwawancara di GBK pada Kamis (11/10), Augie mengaku tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Augie kemudian menuju ticket box dan membelinya. Tiket sudah dapat, pria yang juga penyiar itu kemudian dihampiri oknum polisi yang menawarkan tiket.

“Saya beli di sebelah (ticket box) kemudian ada polisi menawarkan. Walau tiba-tiba tidak bisa masuk karena penuh tidak apa-apa, yang penting saya sudah beli. Jadi dia mengizinkan saya untuk membeli Rp 100 ribu, terus saya tanya, ‘Saya tanya Bapak mau jual berapa?’, ‘Itu punya komandan saya,’. Dia tahu saya keluarkan handphone kemudian dia kasih ke komandannya, komandannya panik kasih ke ajudannya. Kemudian ajudannya lari,” kata Augie menjelaskan kronologinya.
“Karena itu masalah terkait warga NU di DKI, maka sudah otomatis bahwa kedatangan para warga NU ke sini justru dalam rangka mendukung tentu saja. Karena itu maka dia khawatir sekali. Kenapa mendukung? Karena khawatir jangan sampai terjadi hal-hal ke depan yang dikhawatirkan itu bagaimana eksistensi dari akidah ahlusunnah wal jamaah,” jelas dia.

“Ini saya kira jadi kekhawatiran warga dan saya kira wajar karena akhir-akhir ini banyak kelompok yang atas namakan gerakan yang pada intinya banyak bertentangan dengan prinsip dasar bernegara dan berideologi negara. Kiai menerimanya dengan baik,” sambung Masduki
(knv/rna)